sipil.umsida.ac.id – Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HIMATEKSIP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) mengadakan kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar atau yang biasa disebut LKMM-TD yang dilaksanakan pada tanggal 6-7 Desember 2025. Kegiatan LKMM-TD Himateksip berlokasi di Graha Umsida, Trawas, dan diikuti oleh mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2025. LKMM-TD menjadi salah satu progam yang memiliki tujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan dasar dan kepemimpinan sebagai bekal dalam berorganisasi di lingkungan kampus maupun diluar kampus.
Pada LKMM-TD Himateksip 2025 mengusung tema “Membangun Jiwa Kepemimpinan Mahasiswa Teknik Sipil yang Berintegritas dan Berkelanjutan”. Tujuan LKMM-TD tahun ini adalah membangun jiwa kepemimpinan yang tak hanya aktif dalam berorganisasi, tetapi juga melandaskan integritas dan dapat beradaptasi dengan tantangan dimasa depan. Tujuan utama diselenggarakannya LKMM-TD Himateksip 2025 adalah untuk membangun jiwa kepemimpinan mahasiswa Teknik Sipil yang tak hanya aktif organisasi, namun juga dapat menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dan tanggung jawab. Melalui LKMM-TD Himateksip diharakan mahasiswa dapat memahami peran sekaligus fungsi organisasi secara menyeluruh, serta dapat menghadapi tantangan organisasi dengan solutif. LKMM-TD dilaksanakan selama 2 hari penuh. Setiap rangkaian acara dirancang dengan sistematis untuk memberikan pengalaman serta pengetahuan yang seimbang antara pemaparan materi, dan diskusi. Dengan ini, peserta tidak hanya menerima teori, namun juga mampu dalam memahami bagaimana teori ini diterapkan secara langsung dalam sebuah organisasi.
Kegiatan LKMM-TD Himateksip dibuka dengan pembukaan resmi oleh Bupati Mahasiswa Teknik Sipil, Muhammad Miftahurroyyan. Kemudian ketua pelaksana LKMM-TD Himateksip 2025, Yofian Septiano memberikan sambutan. Setelah pembukaan kegiatan dilanjutkan dengan materi inti, diskusi, dan simulasi organisasi. Kegiatan ini memungkinkan peserta dapat memahami konsep manajemen dan kepemimpinan dalam berorganisasi sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dalam kerja sama tim.
LKMM-TD 2025 menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman dalam berorganisasi. Rizqi Annisha Fitri, Wakil Gubernur Mahasiswa BEM Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Umsida 2025 menyampaikan materi Manajemen Organisasi. Wakil Gubernur BEM FST menerangkan pentingnya menjalankan organisasi mahasiswa dengan terencana serta terkoordinasi.
Rizqi Annisha Fitri menyatakan bahwa manajemen organisasi yang baik akan membantu organiasi berjalan secara efisien dan efektif. Mahasiswa diajak memahami tentang proses perencanaan program kerja, pembagian tugas yang jelas, dan pengelolaan waktu yang efektif. Menurutnya, kemampuan anggota organisasi untuk bekerja sama dan melakukan tugas masing masing dengan penuh tanggung jawab adalah faktor utama dalam keberhasilan organisasi.
Materi kedua yaitu kepemimpinan yang dibawakan oleh M.C. Aprillio Extrada, mantan ketua Himateksip periode 2024-2025 membagikan pengalamannya selama menjadi pemimpin Himateksip dan memberikan perspektif tentang bagaimana menjadi pemimpin membawa keputusan dan menggerakkan tim.
Sementara itu, materi Manajemen Konflik disampaikan oleh mantan ketua Himateksip 2023-2024, Yan Syahrial T. E. Dalam pemaparan itu tak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membagikan pengalaman nyata dalam menghadapi dan menyelesaikan konflik organisasi secara bijak.
Setiap materi yang disampaikan tak hanya bersifat teoritis namun juga dilengkapi contoh nyata dalam kehidupan berorganisasi. Peserta LKMM-TD dijelaskan bahwa organisasi bukan hanya jabatan, melainkan tentang tanggung jawab, dan kerja sama sesama anggota. Melalui pendekatan ini mengubah LKMM-TD menjadi tempat mahasiswa untuk menggali potensi diri dan meningkatkan kepemimpinan. Melalui materi manajemen organisasi, peserta mendapatkan materi tentang bagaimana merencanakan sebuah program kerja, pembagian tugas, dan mengelola waktu secara efektif. Pada materi kepemimpinan, dalam memimpin sebuah organisasi integritas, komunikasi yang baik adalah hal yang sangat penting. Integritas adalah pilar utama dalam membangun kepercayaan anggota terhadap pemimpin. Tanpa integritas, kepemimpinan akan kehilangan arah dan sulit mencapai tujuan organisasi. Adapun materi Manajemen konflik memberikan pemahaman bahwa konflik merupakan bagian yang tak terpisahkan dari organisasi. Konflik harus dihadapi dengan baik dan dikelola secara dewasa agar tidak menghambat kinerja organisasi.
LKMM-TD Himateksip tak hanya sekedar pelatihan biasa, melainkan juga sebagai sarana dalam membentuk karakter mahasiswa. Peserta diharapkan memahami bagaimana berorganisasi, mulai dari mengelola waktu, mengelola emosi, dan mengelola hubungan yang sehat antar anggota.Oleh karena itu, kegiatan ini bermanfaat untuk mahasiswa sebagai bekal kepemimpinan yang aplikatif dan relevan dengan organisasi di kampus. Ditengah tantangan organisasi mahasiswa yang semakin kompleks, etika kepemimpinan yang jujur dan berkelanjutan menjadi sangat penting. Saat ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya aktif dalam berpartisipasi tetapi juga memiliki kesadaran etika, tanggung jawab sosial, dan kemampuan untuk mempertahankan organisasi. Dengan dilaksanakannya LKMM-TD ini, Himateksip berusaha menanamkan nilai-nilai ini pada mahasiswa Teknik Sipil agar mereka menjadi pemimpin yang berkarakter dan visioner.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tak hanya mendengarkan pemaparan materi, namun juga berpartisipasi aktif dalam diskusi melalui tanya jawab dan tugas kelompok. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana LKMM-TD yang interaktif, dan sehingga membuat materi yang disampaikan lebih mudah dipahami oleh peserta. Sebagai bagian dari sistem kaderisasi, LKMM-TD menjadi pondasi awal Himateksip untuk mempersiapkan regenerasi kepengurusan. Diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan anggota yang berpartisipasi aktif dan memiliki tanggung jawab dalam berorganisasi. Dengan LKMM-TD, Himateksip menunjukkan komitmennya untuk membangun organisasi yang solid, sehat, dan berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia.
Peserta LKMM-TD 2025 mendapatkan pengalaman langsung tentang bagaimana organisasi berjalan, bekerja sama dengan tim, menghadapi permasalahan organisasi, dan mengambil keputusan dalam kelompok. Pengalaman langsung tersebut mengajarkan peserta untuk berpikir kritis dan mampu menghadapi berbagai situasi dengan sikap profesional.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan LKMM-TD Himateksip 2025, evaluasi dilakukan untuk mengukur sejauh mana tujuan LKMM-TD telah tercapai sebelum kegiatan ditutup. Sebagai hasil dari evaluasi ini, diharapkan peserta dapat merefleksikan apa yang telah mereka pelajari dan menerapkan nya dalam kehidupan mereka di dunia akademik dan organisasi. Selain itu, evaluasi ini membantu panitia untuk merencanakan kegiatan serupa di masa mendatang.
Secara keseluruhan, LKMM-TD 2025 lebih dari sekadar kegiatan pelatihan, itu adalah proses pembentukan karakter kepemimpinan yang berintegritas dan berkelanjutan bagi mahasiswa Teknik Sipil. Himateksip UMSIDA berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi mahasiswa yang siap menjadi pemimpin di masyarakat dan di kampus di masa depan.










