24 Desember 2025 – Laboratorium Teknik Sipil kembali dipenuhi aktivitas mahasiswa. Mahasiswa Prodi Teknik Sipil semester 3 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melakukan praktikum uji tekan dan uji tarik belah beton silinder dari mata kuliah Teknologi Bahan Beton. Mata kuliah Teknologi Bahan Beton mempelajari tentang berbagai aspek beton, serta bahan bangunan dasar dalam Teknik Sipil. Praktikum ini dilakukan di laboratorium Teknik Sipil, dan didampingi langsung oleh asisten laboratorium (aslab) Teknik Sipil untuk memastikan tujuan pembelajaran tercapai dengan baik dan berjalannya pengujian yang sesuai standar.
Praktikum uji tekan dan uji tarik belah beton silinder sangat penting bagi mahasiswa karena dapat memahami secara langsung perilaku beton, yang merupakan material utama dalam kontruksi. Mahasiswa tidak hanya bergantung pada teori yang didapatkan dikelas, kini mereka diajak melihat, merasakan, dan menguji langsung bagaimana beton menahan beban tekan dan tarik. Pengujian ini tak hanya sekedar formalitas praktikum, pengujian ini memiliki relevansi langsung pada dunia teknik sipil. Nilai kuat tekan dan kuat tarik nantinya akan menentukan kualitas dan keamanan suatu struktur.
Uji tekan beton adalah komponen penting dalam pengendalian mutu material kontruksi. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan bahwa beton yang dibuat memenuhi spesifikasi perencanaan yang sudah dibuat dan memiliki kemampuan untuk menahan beban tekan yang sesuai dengan perencanaan struktur. Indikator utama kelayakan dan kualitas material dilakukan melalui uji tekan, untuk menunjukkan kekuatan tekan beton. Hasil yang didapatkan akan digunakan untuk mengevaluasi apakah beton mampu menahan beban yang direncanakan. Dengan demikian, hasil uji tekan sangat penting untuk memastikan bahwa suatu bangunan aman dan kuat. Selain itu, pengujian tekan beton merupakan bagian penting dari proses perencanaan dan pelaksanaan kontruksi, khususnya untuk memastikan bahwa suatu bangunan dibangun dengan aman, efisien, dan sesuai dengan standar yang berlaku. Nilai kuat tekan beton yang tepat akan memengaruhi desain struktur secara keseluruhan. Kelebihan dari uji tekan ini yaitu menghasilkan data yang akurat, dan biayanya juga tidak terlalu tinggi. Namun, uji tekan ini juga memiliki kekurangan, beberapa diantaranya yaitu pengujian yang dilakukan hanya menguji sampel, tidak semua beton yang ada di lapangan. Untuk menguji beton juga membutuhkan waktu sampai beton mencapai umur yang ditentukan.
Praktikum ini didampingi oleh asisten laboratorium yang memiliki pengalaman, keterampilan, dan pemahaman dalam pengujian beton. Mahasiswa Teknik Sipil mendapatkan arahan langsung dari orang yang berpengalaman secara akademis dan teknis, kehadiran aslab sangat penting dalam praktikum ini. Asisten Laboratorium Teknik Sipil tak hanya mengawasi mahasiswa ketika praktikum, tetapi mereka juga memberikan arahan dan penjelasan terkait praktikum uji tekan beton dan uji tarik beton. Dalam praktikum uji tekan beton dan uji tarik beton mencerminkan unsur experience (pengalaman), expertise (keahlian), authoritativeness (akademik), dan trustworthiness.
Praktikum uji tekan dan uji tarik belah beton silinder memiliki tujuan untuk memberi pemahaman yang mendalam bagi mahasiswa, tak hanya sekedar pelaksanaan prosedur. Mahasiswa diharapkan memahami langkah-langkah dalam pengujian, seperti posisi silinder berada dimana saat pengujan, benda uji harus rata, serta laju pembebanan yang digunakan.
Selama praktikum mahasiswa diajak untuk menganalisis faktor yang dapat menyebabkan hasil uji yang bervariasi, seperti kualitas pencampuran beton, proses curing, serta kondisi benda uji. Pembahasan yang mendalam tentang masalah ini dapat membantu mahasiswa belajar berpikir kritis dalam menganalisis hasil uji. Praktikum uji tekan dan tarik belah dilakukan berdasarkan prosedur standar. Aslab memastikan bahwa setiap proses yang dilakukan akurat, mulai dari langkah awal yaitu mengukur dimensi benda uji, meletakkan silinder pada mesin uji, hingga menghitung beban maksimum saat beton mengalami keretakan. Melalui metode ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman yang mendalam tentang sifat mekanik beton. Beton memiliki keterbatasan, terutama dalam gaya tarik, yang harus dipertimbangkan dengan hati-hati saat merencanakan suatu struktur. Selain itu, mahasiswa juga harus mencatat data dengan teliti dan sistematis.
Agar uji tekan beton menghasilkan data yang konsisten, akurat, dan nantinya dapat dipertanggungjawabkan secara teknis, proses uji dilakukan sesuai standar. Standarisasi tersebut penting untuk memastikan bahwa nilai kuat tekan yang diperoleh menunjukkan kualitas yang digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan kontruksi. Untuk melakukan uji tekan silinder beton terdapat beberapa proses, yaitu:
- Pembuatan Spesimen
Campuran beton yang telah ditentukan dimasukkan kedalam cetakan silinder. Untuk menghindari rongga udara yang dapat memengaruhi hasil pengujian, pengisian dilakukan bertahap dan dilakukan pemadatan dengan penusukan atau getaran. - Perawatan Beton (Curing)
Ketika beton sudah mengeras dan sudah dibuka dari cetakan, beton akan direndam dalam air. Proses ini dilakukan untuk memastikan keberlangsungan reaksi hidrasi semen, agar beton mencapai kekuatan yang ideal sesuai umur rencana pengujian. - Pengujian Tekan
Silinder beton diletakkan secara tegak lurus pada mesin uji tekan. Sampai benda uji runtuh, beban diberikan secara bertahap dan merata. Mesin akan mencatat beban maksimum yang dapat ditahan selama proses ini. - Perhitungan Kuat Tekan Beton
Beban maksimum yang dicatat oleh mesin uji tekan nantinya akan menjadi dasar evaluasi mutu beton, dan digunakan sebagai parameter utama dalam perhitungan dan analisis elemen struktural bangunan.
Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah kejelasan prosedur dan ketepatan pencatatan data. Mahasiswa diarahkan untuk bertanggung jawab atas data yang mereka peroleh, karena data tersebut akan menjadi dasar analisis dan kesimpulan. Dengan perspektif ini diharapkan dapat membentuk karakter mahasiswa yang profesional.
Kegiatan praktikum ini untuk memenuhi pembelajaran mahasiswa. Dari sisi informasional, mahasiswa mendapatkan pengetahuan tentang konsep uji beton. Dari sisi investigasif mahasiswa menganalisis perbedaan hasil uji antara benda uji. Dan dari sisi aplikatif, mahasiswa juga belajar mengoperasikan alat uji beton secara langsung. Praktikum ini memenuhi berbagai kebutuhan akademik mahasiswa.
Melalui praktik uji tekan dan uji tarik belah beton silinder, mahasiswa memperoleh pemahaman yang kuat tentang teknologi beton. Praktikum ini menjadi bagian dari pembelajaran berkelanjutan, mulai dari pengenalan bahan bangunan, hingga analisis struktur beton disemester berikutnya. Pembelajaran yang konsisten bagi mahasiswa dapat memberikan pengetahuan kuat mengenai beton.










