sipil.umsida.ac.id — Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menyelenggarakan kegiatan Praktikum Ilmu Ukur Tanah sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 11 Desember 2025, bertempat di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Jalan Raya Gelam No. 250, Pagerwaja, Gelam, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Praktikum ini diikuti oleh Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Semester 3 dan menjadi bagian penting dari mata kuliah lmu Ukur Tanah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep dasar pengukuran tanah secara lebih mendalam, tidak hanya melalui teori yang dipelajari di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik langsung di lapangan.
Kegiatan Praktikum Ilmu Ukur Tanah dilaksanakan di dua titik lokasi yang berbeda di area Kampus 2 UMSIDA. Pada lokasi pertama, mahasiswa melakukan pengukuran menggunakan alat theodolit, sedangkan pada lokasi kedua mahasiswa menggunakan alat waterpass. Pemilihan dua lokasi dan dua jenis alat ukur ini bertujuan agar mahasiswa dapat memahami perbedaan fungsi, teknik penggunaan, serta hasil pengukuran dari masing-masing alat.
Sejak awal kegiatan, mahasiswa mendapatkan pendampingan langsung dari dosen pengampu mata kuliah serta asisten laboratorium Program Studi Teknik Sipil UMSIDA. Kehadiran asisten laboratorium berperan penting dalam membantu mahasiswa memahami penggunaan alat, memastikan prosedur praktikum berjalan dengan benar, serta memberikan arahan teknis selama kegiatan berlangsung.
Sebelum praktikum dimulai, dosen dan asisten laboratorium memberikan penjelasan mengenai tujuan praktikum, alur kegiatan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama berada di lapangan. Mahasiswa juga diingatkan untuk menjaga ketertiban dan keselamatan kerja, mengingat praktikum dilakukan di ruang terbuka dengan menggunakan peralatan ukur.
Pada lokasi pertama, mahasiswa melaksanakan praktikum menggunakan alat theodolit. Theodolit merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur sudut horizontal dan sudut vertikal, sehingga memiliki peran penting dalam pekerjaan survei dan pemetaan. Dalam sesi ini, mahasiswa dilatih mulai dari tahap pemasangan alat, penyetelan posisi agar alat berada dalam kondisi seimbang, hingga cara membaca sudut dengan tingkat ketelitian yang tinggi.
Asisten laboratorium turut mendampingi mahasiswa saat melakukan penyetelan dan pengoperasian theodolit. Pendampingan ini membantu mahasiswa menghindari kesalahan teknis, sekaligus memberikan pemahaman praktis mengenai cara penggunaan alat yang sesuai dengan standar pengukuran. Mahasiswa juga diajarkan untuk melakukan pengecekan ulang hasil pengukuran guna memperoleh data yang lebih akurat.
Mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil agar setiap peserta memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses praktikum. Dalam setiap kelompok, mahasiswa saling bekerja sama dan berbagi tugas, seperti sebagai operator alat, pencatat data, dan pengamat lapangan. Pola kerja ini mencerminkan kondisi kerja di lapangan yang menuntut koordinasi dan komunikasi yang baik.
Setelah menyelesaikan pengukuran menggunakan theodolit, mahasiswa melanjutkan kegiatan praktikum di lokasi kedua dengan menggunakan alat waterpass. Waterpass merupakan alat ukur yang digunakan untuk menentukan perbedaan tinggi atau elevasi antar titik. Alat ini banyak digunakan dalam pekerjaan konstruksi yang berkaitan dengan perencanaan ketinggian, seperti pembangunan jalan, saluran drainase, dan bangunan gedung.
Dalam sesi praktikum waterpass, mahasiswa mempelajari metode pengukuran sipat datar. Mahasiswa diajarkan cara memasang alat dengan benar, membaca rambu ukur, serta mencatat hasil pengukuran secara sistematis. Asisten laboratorium kembali berperan aktif dalam membimbing mahasiswa agar setiap tahapan pengukuran dilakukan sesuai prosedur.
Penggunaan waterpass menuntut ketelitian dan kerja sama yang baik antaranggota kelompok. Mahasiswa harus saling berkoordinasi saat membaca rambu dan mencatat data, karena kesalahan kecil dapat memengaruhi hasil akhir pengukuran. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dilatih untuk bekerja secara cermat dan bertanggung jawab.
Antusiasme mahasiswa terlihat jelas selama kegiatan praktikum berlangsung. Mereka aktif bertanya kepada dosen dan asisten laboratorium ketika mengalami kesulitan di lapangan. Diskusi langsung yang terjadi selama praktikum membantu mahasiswa memahami kesalahan yang terjadi serta cara memperbaikinya, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif.
Salah satu mahasiswa peserta praktikum menyampaikan bahwa pendampingan langsung dari asisten laboratorium sangat membantu dalam memahami penggunaan alat ukur. Menurutnya, arahan yang diberikan membuat mahasiswa lebih percaya diri dalam melakukan pengukuran dan memahami langkah-langkah yang harus dilakukan.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, praktikum Ilmu Ukur Tanah juga melatih mahasiswa dalam hal kedisiplinan dan sikap profesional. Mahasiswa diwajibkan untuk hadir tepat waktu, mengikuti arahan dosen dan asisten laboratorium, serta menjaga peralatan yang digunakan selama praktikum. Sikap ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa saat terjun ke dunia kerja nantinya.
Aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian utama selama praktikum berlangsung. Mahasiswa diingatkan untuk berhati-hati saat menggunakan alat dan menjaga lingkungan sekitar agar kegiatan praktikum dapat berjalan dengan aman dan tertib. Penerapan keselamatan kerja ini merupakan bagian dari pembelajaran yang tidak terpisahkan dari pendidikan teknik sipil. Dosen pengampu mata kuliah berharap melalui praktikum ini mahasiswa tidak hanya mampu mengoperasikan alat ukur, tetapi juga memahami prinsip dasar ilmu ukur tanah secara menyeluruh. Pemahaman tersebut mencakup proses pengambilan data di lapangan, pencatatan hasil pengukuran, hingga pengolahan dan analisis data.
Setelah seluruh rangkaian praktikum selesai, mahasiswa diwajibkan menyusun laporan praktikum sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik. Laporan ini berisi data hasil pengukuran, perhitungan, serta pembahasan yang mengaitkan antara teori dan praktik. Melalui penyusunan laporan, mahasiswa dilatih untuk berpikir analitis dan sistematis.
Pelaksanaan Praktikum Ilmu Ukur Tanah ini sejalan dengan visi dan misi Program Studi Teknik Sipil UMSIDA dalam menghasilkan lulusan yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja. Dengan mengintegrasikan pembelajaran teori dan praktik lapangan, mahasiswa diharapkan memiliki bekal yang kuat dalam bidang pengukuran dan pemetaan.
Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dalam menyediakan pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri konstruksi. Dukungan fasilitas kampus, peran aktif dosen, serta pendampingan asisten laboratorium menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan praktikum ini.
Melalui Praktikum Ilmu Ukur Tanah yang dilaksanakan pada 11 Desember 2025 di Kampus 2 UMSIDA, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga nilai-nilai kerja sama, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menempuh pendidikan selanjutnya dan menghadapi dunia kerja.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sidoarjo kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak calon insinyur sipil yang profesional, kompeten, dan berintegritas, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di masa depan.










