HIMATEKSIP UMSIDA Gelar Penggalangan Dana untuk Korban Bencana Alam di Sumatera dan Aceh

sipil.umsida.ac.id — Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (HIMATEKSIP UMSIDA) menggelar kegiatan penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatera dan Aceh. Kegiatan kemanusiaan ini dilaksanakan pada Jumat sore, 19 Desember 2025, bertempat di lampu merah Alun-Alun Kota Sidoarjo atau tepatnya di kawasan Monumen Jayandaru.

Aksi penggalangan dana dimulai sejak pukul 15.00 WIB dan berlangsung hingga adzan Magrib berkumandang. Selama kurang lebih tiga jam, para mahasiswa HIMATEKSIP Umsida turun langsung ke jalan untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam aksi solidaritas tersebut. Dengan membawa spanduk bertuliskan “Peduli Kemanusiaan Sumatera & Aceh”, para mahasiswa berdiri di sejumlah titik strategis persimpangan dan menyapa para pengguna jalan yang melintas.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi masyarakat di Sumatera dan Aceh yang terdampak bencana alam. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur, kehilangan tempat tinggal, serta mengganggu aktivitas dan kehidupan sehari-hari warga. Melalui aksi penggalangan dana ini, HIMATEKSIP UMSIDA berharap dapat memberikan kontribusi nyata, meskipun dalam skala yang terbatas, namun HIMATEKSIP berharap aksi solidaritas yang dilakukan dapat menjadi penguat moral dan bentuk empati nyata dari mahasiswa kepada saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah.

Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa penggalangan dana ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa teknik sipil tidak hanya dituntut memahami pembangunan infrastruktur dan struktur fisik, tetapi juga harus memiliki kesadaran sosial, terutama dalam situasi bencana.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa HIMATEKSIP terlihat kompak dan tertib. Mereka mengenakan seragam organisasi dan secara bergantian mengatur posisi agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Selain mengumpulkan donasi uang tunai dari para pengguna jalan, kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya solidaritas dan gotong royong dalam menghadapi bencana alam. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat dan menjamin bahwa donasi disalurkan secara jelas dan tepat sasaran.

Respon masyarakat terhadap kegiatan ini terbilang cukup positif. Banyak pengendara motor, mobil pribadi, hingga pejalan kaki yang dengan sukarela memberikan donasi. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap isu kemanusiaan masih cukup tinggi. Antusiasme masyarakat ini menunjukkan kesadaran sosial yang kuat dan kepedulian terhadap masalah kemanusiaan. Partisipasi masyarakat mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial serupa di masa mendatang.

Selain penggalangan dana secara langsung di jalan, HIMATEKSIP UMSIDA juga membuka donasi dalam bentuk barang. Donasi tersebut meliputi pakaian layak pakai, selimut, serta kebutuhan dasar lainnya yang masih dalam kondisi baik dan layak digunakan. Pengumpulan donasi barang ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban bencana yang kehilangan harta benda akibat musibah. Barang donasi dikumpulkan secara terpisah dan diatur oleh panitia. Semua barang yang dikumpulkan akan diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan bahwa mereka layak sebelum diberikan kepada penyalur.

Seluruh hasil penggalangan dana, baik berupa uang tunai maupun barang, nantinya akan disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) UMSIDA. Penyerahan donasi direncanakan akan dilaksanakan pada Senin mendatang. Pemilihan LAZISMU sebagai mitra penyalur dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan transparan kepada para korban bencana di Sumatera dan Aceh.

Perwakilan HIMATEKSIP UMSIDA menyatakan bahwa kepercayaan terhadap lembaga penyalur merupakan hal yang penting dalam kegiatan kemanusiaan.

Kami ingin memastikan bahwa bantuan dari masyarakat benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan LAZISMU UMSIDA yang sudah berpengalaman dalam penyaluran bantuan kemanusiaan.

Kegiatan penggalangan dana ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengelola kegiatan sosial, mulai dari perencanaan, koordinasi tim, hingga pelaksanaan di lapangan. Selain itu, aktivitas seperti ini meningkatkan prinsip solidaritas, kebersamaan, dan empati antara anggota organisasi. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang realitas sosial di masyarakat, mahasiswa dianjurkan untuk terlibat langsung dalam aktivitas sosial.

Salah satu anggota HIMATEKSIP yang terlibat mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dan kesadaran baru tentang arti berbagi. “Turun langsung ke jalan dan melihat antusiasme masyarakat membuat kami semakin sadar bahwa sekecil apa pun bantuan yang diberikan, sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tuturnya.
HIMATEKSIP UMSIDA berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya ketika terjadi bencana besar, tetapi juga dalam berbagai aksi sosial lainnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Melalui kegiatan ini, HIMATEKSIP UMSIDA menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keilmuan teknik sipil, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat. Aksi kecil yang dilakukan di persimpangan jalan tersebut menjadi simbol solidaritas dan kepedulian mahasiswa terhadap sesama, sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama bangkit dan saling membantu di tengah situasi sulit.

Aksi penggalangan dana yang dilakukan HIMATEKSIP UMSIDA menjadi simbol solidaritas dan kepedulian mahasiswa terhadap sesama. Kegiatan sederhana di lampu merah menunjukkan semangat gotong royong dan empati sosial yang masih ada di masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, HIMATEKSIP UMSIDA berharap dapat mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama saling membantu dan bangkit menghadapi situasi sulit ini. Bantuan yang terkumpul diharapkan mampu meringankan beban para korban bencana alam di Sumatera dan Aceh serta menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial dapat dimulai melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama.